Posts

Oleh :

Faisal Amien Prawira (DPD IMM JABAR

 

Muhammadiyah dengan semangat pembaharuan terus berupaya melakukan kemajuan dalam berbagai sektor kehidupan berbangsa dan negara Republik Indonesia. Tidak ada kata inkonsistensi dan intoleransi dalam kamus gerakan Persyarikatan Muhammadiyah, ini adalah kesetiaan Persyarikatan terhadap perjuangan membebaskan Bangsa Indonesia dari belenggu kehancuran dan kemunduran. Jika masih ada keraguan terhadap amalan yang di lakukan Muhammadiyah maka perlu untuk setiap orang mengevaluasi cara pandangnya dan cara berfikirnya. Cara kerja Muhammadiyah tidak melihat siapa, kenapa dan bagaimana namun jika masih dalam kontek untuk memajukan peradaban maka kehadiran Muhammadiyah tidak perlu di ragukan seperti nilai yang selalu di gaungkan Amal yang Ilmiah dan Ilmu yang Amaliyah.

 

Hal yang terjadi akhir-akhir ini bukanlah baru bagi Persyarikatan Muhamamdiyah, sejak berdiri hingga saat ini telah banyak tantangan dan rintangan yang di hadapi Muhammadiyah, namun Muhammadiyah bukanlah batu, bukanlah air, bukanlah angin, bukanlah tanah tapi Muhammadiyah adalah Alam semesta. Bentuk, wujud, sifat dan karakter alam semesta mengikuti apa yang terjadi didalamnya, kalau yang terjadi adalah kebaikan maka keindahan akan menghiasi suasana disekitarnya, sebaliknya jika yang terjadi keburukan maka kehancuran adalah balasan untuk yang di dalam dan sekitarnya.

 

Tetaplah bergerak meskipun berat, tetaplah merangkak meskipun sulit dan tetaplah berdiri meskipun di lahan yang tandus. Perbedaan itu biasa terjadi karena manusia diciptakan dengan akal sehingga menghasilkan berbagai macam cara untuk hidup, tapi pada dasarnya perbedaan membawa persamaan tujuan untuk akhir jalan kehidupan. Muhammadiyah memang beda karena yang hebat tak akan mungkin sama, Muhammadiyah memang selalu dihina karena yang benar tak akan mungkin menghina, Muhammadiyah dikucilkan karena kebesaran.

 

Mengutip kata Buya Hamka ” manusia asalnya dari tanah, berdiri diatas tanah, akan kembali ke tanah, lantas mengapa masih bersifat langit ” pangkat, jabatan, gelar, harta bukanlah tanda orang yang berilmu dan beradab. Beribu profesor, dokter, politikus, pengusaha tetaplah tanah, dan mereka hanyalah kalah dari seorang yang bersahaja yaitu pendiri Persyarikatan Muhammadiyah. Tetaplah menjadi alam yang berkualitas dan semesta yang ber kapasitas sehingga lahirnya peradaban memajukan dan mencerahkan umat, bangsa dan negara.