Posts

Korupsi CCTV dan Internet di Kota Bandung yang menyeret nama mantan Walikota Bandung, Yana Mulyana sebagai tersangka dan beberapa nama lainnya telah di gelar sidangnya.

Babak baru pun dimulai. Dalam sidang yang telah dilaksanakan, Kepala Seksi Lalu Lintas Jalan Dinas Perhubungan Kota Bandung menyebutkan bahwa ada aliran dana yang di nikmati oleh DPRD Kota Bandung.

“Kita Cipayung Plus Kota Bandung bersama masyarakat Kota Bandung akan terus mengawal dan membersamai masyarakat mendorong KPK agar segera membersihkan Kota Bandung dari korupsi hingga keakarnya”, ujar Koordinator Cipayung Plus Kota Bandung.

Kawan-kawan Cipayung Plus Kota Bandung pun menyebutkan akan mendatangi kantor KPK untuk mendesak agar segera memeriksa anggota DPRD yang terlibat dalam dugaan kasus korupsi yang ada di Kota Bandung.

“Aliran anggaran dana CCTV dan internet yang turut dinikmati DPRD Kota Bandung harus segera di ungkap, kemudian proyek-proyek lain seperti proyek PJU, revitalisasi kantor kecamatan, dan revitalisasi Taman Pramuka itu harus segera di ungkap ke permukaan, karena ini mereka telah mengecewakan masyarakat” pungkasnya.

“Dengan hilangnya kejujuran di Kota Bandung, maka kami Cipayung Plus Kota Bandung akan pergi ke kantor KPK untuk mengadakan aksi dan mendesak KPK agar segera melakukan pemeriksaan terhadap Pemkot dan DPRD Kota Bandung yang terlibat atas dugaan korupsi tersebut”

Dengan dukungan masyarakat serta keinginan yang luhur, Cipayung Plus Kota Bandung akan serius mengawal persoalan korupsi di Kota Bandung. Mereka juga akan terus bergerak sampai kemudian masalah korupsi ini terungkap hingga ke akar.

Oleh :

Faisal Amien Prawira (Ketua Umum DPD IMM Jawa Barat)

 

“Bukanlah spesies yang paling kuat atau paling cerdas yang mampu survive, tapi mereka yang paling mampu beradaptasi terhadap perubahan.” – Charles Darwin.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) merupakan organisasi Gerakan mahasiswa Islam yang sekaligus juga merupakan organisasi otonom Persyarikatan Muhammadiyah. Dalam prakteknya, IMM tidak hanya berperan sebagai Gerakan intelektual namun juga Gerakan Dakwah Amar Ma’ruf Nahyi Munkar. Peran IMM sebagai Gerakan Dakwah tersebut tidak serta-merta membuat IMM berkutat hanya dalam penggalangan seruan-seruan atau narasi-narasi teologis, tetapi lebih jauh dari itu Gerakan IMM memili kiorientasi untuk mencetak generasi muda yang berkarakter dan berkompetensi yang diharapkan mampu untuk menjadi tampuk Pimpinan Umat, Persyarikatan dan Bangsa kelak.

Namun, tujuan serta orientasi yang mulia ini tentu tidak cukup hanya digaungkan dalam forum-forum organisasi seperti rapat atau musyawarah semata. Tujuan serta orientasi yang mulia ini perlu dibumikan serta dibuktikan kedalam sebuah Gerakan praktis yang didasarkan pada Gerakan Intelektual dan Humanitas yang sarat akan nilai-nilai Spiritual IMM itu sendiri.

Dalam kiprahnya, IMM sudah menginjak usia yang ke 59 tahun. Sebagai organisasi yang sudah setengah abad malang melintang didunia pergerakan tentu banyak sekali dinamika yang terjadi dalam tubuh IMM itu sendiri baik secara internal maupun eksternal, khususnya di era disrupsi seperti sekarang ini.

Rhenald Khasali dalam bukunya Disruption, secara apik menggambarkan fenomena disrupsi sebagai sebuah inovasi yang akan menggantikan seluruh system lama dengan cara-cara yang baru. Tentu fenomena ini menjadi penting untuk diterjemahkan oleh IMM sebagai sebuah Gerakan yang dituntut untuk menciptakan solusi dari setiap permasalahan yang ada di masyarakat.

Namun, IMM sebagai sebuah Gerakan mahasiswa nampaknya belum optimal dalam menterjemahkan serta menciptakan solusi dari setiap fenomena ataupun realitas sosial yang terjadi di era Disrupsi ini. Dalam peristiwa Covid-19 misalnya, hampir semua organisasi mahasiswa, khususnya IMM Jawa Barat terkesan gagap dalam menghadapi situasi pandemic covid-19 kemarin. Banyak agenda-agenda strategis dan agenda kaderisasi yang harus tertunda karena organisasi dan kader-kader IMM di Jawa Barat kurang mampu untuk membaca disrupsi yang ada dan terlambat melakukan transformasi Gerakan.

Transformasi Gerakan IMM yang dimaksud bukan berarti menjadikan IMM tidak punya pijakan fundamental terkait arah geraknya, tetapi justru dengan nilai-nilai fundamental dan ideologisnya IMM mampu menjadi organisasi yang dinamis dan lebih adaptif. Dengan Transformasi Gerakan IMM yang baik, kader-kader IMM Jawa Barat ke depan tidak hanya mampu menterjemahkan segala perubahan yang terjadi, namun dapat beradaptasi serta merancang solusi-solusi untuk segala perubahan dan ketidakpastian yang terjadi di era disrupsi ini.

Sebagaimana yang diungkapkan oleh Darwin bahwa “Bukanlah spesies yang paling kuat atau paling cerdas yang mampu survive, tapi mereka yang paling mampu beradaptasi terhadap perubahan. ”Maka sebesar apapun Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah atau bahkan Muhammadiyah itu sendiri, tanpa adanya transformasi Gerakan yang baik di era disrupsi ini maka kita hanya akan menjadi organisasi yang pelan-pelan tergerus zaman dan dilupakan sejarah.

Oleh :

Faisal Amien Prawira (DPD IMM JABAR

 

Muhammadiyah dengan semangat pembaharuan terus berupaya melakukan kemajuan dalam berbagai sektor kehidupan berbangsa dan negara Republik Indonesia. Tidak ada kata inkonsistensi dan intoleransi dalam kamus gerakan Persyarikatan Muhammadiyah, ini adalah kesetiaan Persyarikatan terhadap perjuangan membebaskan Bangsa Indonesia dari belenggu kehancuran dan kemunduran. Jika masih ada keraguan terhadap amalan yang di lakukan Muhammadiyah maka perlu untuk setiap orang mengevaluasi cara pandangnya dan cara berfikirnya. Cara kerja Muhammadiyah tidak melihat siapa, kenapa dan bagaimana namun jika masih dalam kontek untuk memajukan peradaban maka kehadiran Muhammadiyah tidak perlu di ragukan seperti nilai yang selalu di gaungkan Amal yang Ilmiah dan Ilmu yang Amaliyah.

 

Hal yang terjadi akhir-akhir ini bukanlah baru bagi Persyarikatan Muhamamdiyah, sejak berdiri hingga saat ini telah banyak tantangan dan rintangan yang di hadapi Muhammadiyah, namun Muhammadiyah bukanlah batu, bukanlah air, bukanlah angin, bukanlah tanah tapi Muhammadiyah adalah Alam semesta. Bentuk, wujud, sifat dan karakter alam semesta mengikuti apa yang terjadi didalamnya, kalau yang terjadi adalah kebaikan maka keindahan akan menghiasi suasana disekitarnya, sebaliknya jika yang terjadi keburukan maka kehancuran adalah balasan untuk yang di dalam dan sekitarnya.

 

Tetaplah bergerak meskipun berat, tetaplah merangkak meskipun sulit dan tetaplah berdiri meskipun di lahan yang tandus. Perbedaan itu biasa terjadi karena manusia diciptakan dengan akal sehingga menghasilkan berbagai macam cara untuk hidup, tapi pada dasarnya perbedaan membawa persamaan tujuan untuk akhir jalan kehidupan. Muhammadiyah memang beda karena yang hebat tak akan mungkin sama, Muhammadiyah memang selalu dihina karena yang benar tak akan mungkin menghina, Muhammadiyah dikucilkan karena kebesaran.

 

Mengutip kata Buya Hamka ” manusia asalnya dari tanah, berdiri diatas tanah, akan kembali ke tanah, lantas mengapa masih bersifat langit ” pangkat, jabatan, gelar, harta bukanlah tanda orang yang berilmu dan beradab. Beribu profesor, dokter, politikus, pengusaha tetaplah tanah, dan mereka hanyalah kalah dari seorang yang bersahaja yaitu pendiri Persyarikatan Muhammadiyah. Tetaplah menjadi alam yang berkualitas dan semesta yang ber kapasitas sehingga lahirnya peradaban memajukan dan mencerahkan umat, bangsa dan negara.

KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Wali Kota Bandung Yana Mulyana, dengan dugaan suap pengadaan kamera CCTV dan jasa penyedia jaringan internet.
Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Bandung turut berkomentar terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) Walikota Bandung, Yana Mulyana pada hari Jumat (14/04/2023). Hal itu disampaikan oleh Ketua Umum PC IMM Kota Bandung, Ananda Fathin yang menilai hal ini sudah mencemari nama baik Kota Bandung sebagai Ibukota di Jawa Barat.
“Tentu ini menjadi tamparan nyata, dengan banyaknya klaim Pak Yana mengenai prestasi yang di dapatkan pemerintah kota Bandung yang selalu diagungkan oleh beliau di media sosial maupun papan informasi di Kota Bandung. Jangan sampai kita membiarkan penguasa berkehendak sewenang-wenang di bumi Pasundan”.
Dia menjelaskan, atas adanya kasus dugaan tindak pidana korupsi yang menyeret Kepala Daerah Kota Bandung, IMM sangat menghaturkan terima kasih banyak kepada KPK.
“Atas terungkap adanya dugaan korupsi di kota Bandung akhirnya menyadarkan bahwa harus ada kontrol sosial yang dilakukan untuk mewujudkan kota Bandung yang berintegritas dan bebas dari korupsi. Hasil ini menjadi apresiasi kinerja KPK dalam menjalankan fungsi dan tugasnya”, ujaranya.
Adanya fenomena ini perlu peranan tokoh masyarakat, pemuda dan mahasiswa dalam mengawal dan mengkritisi kebijakan-kebijakan dikeluarkan eksekutif maupun legislatif di daerah yang tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Dalam situasi seperti ini tentu harapan besar masyarakat dalam menunggu keputusan KPK dengan hasil yang terbaik untuk kota Bandung, benar atau tidaknya temuan ini tentu harus benar-benar di selesaikan dengan memberantas segala bentuk tindakan pidana korupsi yang dilakukan oleh siapapun di kota Bandung. Kami siap menjadi mitra kritis dan menjadi lidah penyambung bagi siapapun yang berkeinginan menjadikan Kota Bandung yang Kondusif”, bebernya.
IMM Kota Bandung berharap besar, Agar KPK berkerja secara objektif dalam menindak secara hukum yang berlaku sebagai landasan agar Kota Bandung tebebas dari belenggu kejahatan dan kezaliman oknum-oknum yang melakukan tindakan tersebut.
“Harapan besar untuk pemerintahan Kota Bandung kedepannya dengan adanya kasus ini, menjadi cerminan agar lebih kredibel dan kapabilitas dalam menjalankan tanggung jawab dan melayani masyarakat dengan sepenuh hati.”pungkas Fathin.

IMMjaya.com – Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Jawa Barat (DPD IMM JABAR) mengadakan resepsi Milad IMM Jabar ke-59.

Resepsi milad ke-59 kali ini mengambil tema “Bergerak bersama membangun peradaban.”

Kegiatan dihadiri oleh seluruh kader IMM se-Jabar pada Minggu (09/04/2023) di Aula Masjid Raya Mujahidin Bandung.

Ketua DPD IMM Jabar Faisal Amien Prawira mengatakan, resepsi Milad sekarang menjadi momen untuk membangun semangat kolaboratif antar kader IMM Jabar.

“Kita berharap dengan adanya resepsi Milad bisa membawa semangat baru untuk kedepannya IMM se-Jabar bisa lebih kolaboratif membangun gerakan-gerakan berkemajuan,” ucapnya.

Selain merayakan milad, pada kegiatan kali ini DPD IMM Jabar melantik korps instruktur IMM Jabar dan launching website yang dimiliki IMM se-Jabar.

Faisal berujar, korps instruktur diremikan sebagai bentuk keseriusan DPD IMM Jabar dalam proses kaderisasi.

“Dalam kegiatan ini kita menyampaikan bahwa IMM Jabar hari ini fokus dalam persoalan kaderisasi,” ucapnya.

Kita harapkan korps instruktur bisa memberikan peran-peran strategis untuk kemajuan perkaderan di IMM Jabar,” tambahnya.

Sementara data base IMM se-Jabar dibuat sebagai usaha DPD IMM Jabar bisa memudahkan menyelesaikan berbagai persoalan di ranah IMM se-Jawa Barat.

“Launching website data base IMM se- Jabar ini hadir dengan harapan adanya data-data digital tersebut kita bisa lebih substansi untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada di wilayah IMM Jabar itu sendiri,” pungkasnya.